Merdeka Belajar – Kampus Merdeka: Kuliah Zaman NOW

Apa sih sebenarnya Merdeka Belajar? Lalu, bagaimana dengan Kampus Merdeka? Apakah berbeda?

Hmm, mungkin setelah membaca judul artikel di atas, dalam benak kita akan muncul pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini.. Apa sih definisi keduanya?

Baiklah, sebelum kita bahas definisinya, yuk kita mulai dari asal mula munculnya istilah ini.

Dua istilah ini berasal dari tempat yang sama, yaitu bersumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia. Keduanya dicanangkan sebagai bentuk program pengembangan untuk metode pembelajaran siswa hingga mahasiswa, agar tidak monoton dan tetap mengikuti perkembangan zaman. Hal ini juga sebagai upaya implementasi dari visi misi yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo guna menciptakan adanya SDM yang lebih unggul.

Seperti yang kita tahu, di era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut berkembang pesat, dan tentunya membawa pengaruh terhadap perkembangan berbagai aspek kehidupan. Terlebih lagi adanya pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini di seluruh dunia khususnya Indonesia, juga telah memberi dampak besar pada jalannya program pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbud-Ristek memutar otak dan meluncurkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Hal ini juga tidak terlepas dari fakta bahwa dalam menunjang pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, diperlukan atau harus diimbangi dengan kreativitas dan inovasi yang terus ditingkatkan.

Program andalan Kemendikbud-Ristek yang dicetuskan oleh Nadiem Makarim ini memiliki maksud dan tujuan yang sama yaitu agar peserta didik, baik siswa/i di jenjang pendidikan sekolah hingga mahasiswa/i di jenjang perguruan tinggi, dapat selalu bahagia selama menempuh pendidikannya.

Apakah yang dimaksud merdeka adalah peserta didik tidak atau terbebas dari kewajiban belajar? Tentunya bukan seperti itu. Seperti yang dijelaskan oleh Nadiem, bahwa konsep merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, pendidik dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih  bidang yang mereka sukai.

Pendidik seperti guru maupun dosen harus pandai-pandai menelaah dan mengartikan konsep tersebut. Pada intinya, konsep merdeka belajar ini adalah modifikasi dari konsep pembelajaran yang sudah ada, dengan mempertimbangkan perubahan dan perkembangan zaman, di mana di dalamnya terdapat kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan untuk menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Pendidikan tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, peserta didik diberi keleluasaan dalam memilih bidang yang disukai serta kebebasan mengakses ilmu dan pendidik bukan satu-satunya sumber utama. Sumber ilmu bukan sebatas pada ruang kelas, dan pendidik, tetapi bisa juga di luar kelas, melalui media online atau internet, perpustakaan, dan juga di lingkungan sekitar.

Lalu, apa itu Kampus Merdeka? Berdasarkan informasi yang didapat dari laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/, Kampus Merdeka adalah program persiapan karier yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia. Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud-Ristek yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. Permendikbud No 3 Tahun 2020, memberikan hak kepada mahasiswa/i untuk 3 semester belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa/i untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya.

Melalui Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, mahasiswa/i memiliki kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.

Delapan bentuk kegiatan pembelajaran dalam Program Kampus Merdeka sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi:

  1. Pertukaran Pelajar
  2. Magang/Praktik Kerja
  3. Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan
  4. Penelitian/Riset
  5. Proyek Kemanusiaan
  6. Kegiatan Wirausaha
  7. Studi/Proyek Independen
  8. Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT)

Terdapat beberapa kelebihan yang diperoleh mahasiswa/i bila mengikuti program Kampus Merdeka, yaitu:

Konversi SKS

Kegiatan praktik di lapangan akan dikonversi menjadi SKS

Networking

Belajar dan memperluas jaringan di luar program studi atau kampus asal

Eksplorasi Lapangan

Eksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan selama lebih dari satu semester

Direct Learning

Menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas dan terkemuka

Diharapkan dengan adanya Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, setiap institusi pendidikan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang beradab, berilmu, profesional dan kompetitif, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan kehidupan bangsa.

Sumber Pustaka:

  1. Dirjendikti, Kemendikbud-Ristek. 2020. Buku Panduan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Edisi 1. Jakarta: Indonesia
  2. https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/
Merdeka Belajar – Kampus Merdeka: Kuliah Zaman NOW

Leave a Reply

Your email address will not be published.