Oh Kini Ku Tahu

Oleh Elmiani, S.Pd

Ini kan masih suasana lebaran.

Ada yang pernah lihat ketupat, bikin ketupat atau hanya sekedar makan ketupat?

Ternyata oh ternyata ,,,

Ketupat itu bukan hanya sekedar anyaman daun kelapa atau hidangan saat lebaran loh!

Ketupat itu punya filosofi menarik. Yuk! Kita simak.

Menurut filosofi Jawa, “Ketupat” atau “kupat” dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku lepat dan Laku papat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.

Sedangkan, Laku papat artinya empat tindakan.

Nah, karena itulah setiap lebaran ada tradisi sungkeman sebagai wujud atau implementasi dari mengakui kesalahan, menghormati orang yang lebih tua dan bersikap rendah hati pada sesama.

Sementara itu, lebaran sendiri ternyata berasal dari tradisi Hindu. Menurut MA. Salamun, kata “lebaran” berasal dari tradisi Hindu yang artinya “selesai, usai atau habis”. Menandakan habisnya masa puasa.

Sama halnya sebagian orang Jawa pun berpendapat bahwa kata lebaran berasal dari bahasa Jawa yaitu “wis bar” yang berarti sudah selesai.

Bagi orang Betawi, lebaran diartikan “luas” atau kelegaan hati setelah ibadah puasa serta kegembiraan menyambut hari kemenangan.

Setelah membaca filosofi ketupat, kita sebagai manusia akan belajar beberapa hal yaitu:

  • Dari rumitnya cara membungkus ketupat mencerminkan beragam kesalahan manusia bahwa manusia tak pernah luput dari salah, karena itu tak ada yang perlu disombongkan sebagai manusia.
  • Belajar untuk selalu menjaga kesucian hati dari segala prasangka buruk, iri hati dan dengki setelah kita saling memaafkan. Ibarat ketupat yang dibuka akan terlihat putih bersih.

Nah, sekarang sudah tahu kan makna “ketupat” dan “lebaran”.

Intinya, semakin banyak membaca bertambah pula wawasan seseorang.

Mari budayakan membaca dan sukseskan Gerakan Literasi Nasional!

Oh Kini Ku Tahu

Leave a Reply

Your email address will not be published.