Lima puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka Indonesia diperkenalkan secara resmi kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini didasari keinginan Presiden pertama Indonesia, Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno, untuk bisa menyatukan seluruh organisasi kepanduan yang ada saat itu yang berjumlah sangat banyak. Sehingga melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana, Presiden Soekarno menunjuk panitia untuk membentuk Gerakan Pramuka dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Namun sejatinya, bila ditelusuri lebih jauh, sejarah berdirinya Pramuka di Indonesia sudah berlangsung sejak Indonesia masih dalam masa penjajahan, yaitu pada masa kolonial Belanda.

Istilah Pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana pada mulanya merupakan gagasan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang terinspirasi dari kata Poromuko yang memiliki makna “pasukan yang terdepan dalam perang”. Sedangkan Praja Muda Karana memiliki makna yang kurang lebih sama namun dengan konteks lebih luas yaitu “Jiwa Muda yang Gemar Berkarya”. Merujuk pada definisi tersebut, maka tersirat jelas bahwa maksud dan tujuan adanya Gerakan Pramuka Indonesia adalah untuk mengajarkan dan memupuk rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan bela negara bagi pemuda-pemudi agar senantiasa terus berkarya, dan meningkatkan keterampilan agar dapat bermanfaat, dan  menjadi generasi penerus serta calon pemimpin bangsa yang mumpuni di masa depan yang dapat membanggakan bangsa. Oleh sebab itu, sebagai perwujudan hal ini, Gerakan Pramuka di Indonesia telah dikenalkan sejak dini pada anak-anak di Indonesia sebagai suatu kegiatan pendidikan non formal di institusi pendidikannya untuk pengembangan kemampuan dan pembentukan karakter.

Pada Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2020 dengan tema “Peran Gerakan Pramuka ikut membantu dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara”, Presiden Jokowi telah berpesan dua hal terkait dengan situasi kondisi dunia khususnya Indonesia saat ini yang berada dalam Pandemi Covid-19, yaitu diharapkan seluruh masyarakat untuk membentuk gerakan kedisiplinan dan gerakan kepedulian. Gerakan kedisiplinan adalah disiplin terhadap protokol kesehatan, sedangkan gerakan kepedulian adalah saling bantu-membantu terhadap sesama. Seperti dikutip dari amanat beliau tersebut, diharapkan kedua gerakan ini dapat membantu penanganan pandemi dan semakin mengasah jiwa dan karakter kepemimpinan para jiwa muda dalam pribadi Pramuka sejati.

Selamat Hari Lahir Pramuka Indonesia ke-59 tahun.

Semoga semangat patriotisme, nasionalisme dan pantang menyerah terus berkobar dalam diri kita.

Walaupun di tengah terpaan badai Covid-19 yang tak kunjung henti, semoga tidak menyurutkan optimisme kita untuk bangkit dan terus maju.

Dan semoga segala cobaan ini mengajarkan kita pada pentingnya kedisiplinan, kepedulian dan hidup bersih serta menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Salam Pramuka

Indonesia Bersatu

Indonesia Maju

Selamat Hari Lahir Pramuka Indonesia ke-59 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published.