Pergilah Corona, Jangan Buat Kami Merana ...

Apa itu Corona?

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah sebutan resmi oleh World Health Organization (WHO) untuk menyebut penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Penyakit ini telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Coronavirus adalah zoonosis atau virus yang ditularkan antara hewan dan manusia. Virus dan penyakit ini diketahui berawal di kota Wuhan, Cina sejak Desember 2019.

Presiden Republik Indonesia telah menyatakan status penyakit ini menjadi tahap Tanggap Darurat pada tanggal 17 Maret 2020. Hal ini disebabkan karena virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Oleh sebab itulah, beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Per tanggal 26 April 2020, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa terdapat 275 kasus baru sehingga menyebabkan total jumlah infeksi COVID-19 di Indonesia secara nasional menjadi 8.882 kasus. Hal ini juga telah disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers bahwa status terkini Indonesia adalah 743 kasus meninggal, 1.107 kasus sembuh, 7.032 kasus dalam perawatan, serta sejumlah 209.040 ODP (Orang dalam Pemantauan) dan 19.648 PDP (Pasien dalam Pengawasan).

0

Total Kasus

0

Meninggal

0

Sembuh

0

Dalam Perawatan

0

ODP

0

PDP

Bagaimana Gejalanya?

SARS-CoV-2 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona. Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Apa dampak dari penyakit ini?

Virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Karena mudah menular dan dampaknya yang fatal ini, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Himbauan Pemerintah Indonesia

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, maka di Indonesia telah dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memiliki tugas salah satunya adalah untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap COVID-19 di masyarakat.

Di dalam Pedoman Penanganan Cepat Medis Dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia yang disusun oleh Gugus Tugas tersebut, terdapat beberapa level pencegahan dan usaha perlindungan diri yang dapat dilakukan masyarakat terkait COVID-19, yaitu:

Pencegahan Level Individu

1. Upaya kebersihan personal dan rumah

  • Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air setidaknya 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Jangan berjabat tangan.
  • Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit.
  • Tutupi mulut saat batuk dan bersin dengan lengan atas dan ketiak atau dengan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
  • Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah berpergian.
  • Bersihkan dan berikan desinfektan secara berkala pada benda- benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain.

2. Peningkatan imunitas diri dan mengendalikan komorbid

  • Konsumsi gizi seimbang
  • Aktifitas fisik/senam ringan
  • Istirahat cukup
  • Suplemen vitamin
  • Tidak merokok
  • Mengendalikan komorbid (misal diabetes mellitus, hipertensi, kanker).
Pencegahan Level Masyarakat

1. Pembatasan interaksi fisik (Physical contact/physical distancing)

  • Tidak berdekatan atau berkumpul di keramaian atau tempat-tempat umum, jika terpaksa berada di tempat umum gunakanlah masker.
  • Tidak menyelenggarakan kegiatan/pertemuan yang melibatkan banyak peserta (mass gathering).
  • Hindari melakukan perjalanan baik ke luar kota atau luar negeri.
  • Hindari berpergian ke tempat-tempat wisata.
  • Mengurangi berkunjung ke rumah kerabat/teman/saudara dan mengurangi menerima kunjungan/tamu.
  • Mengurangi frekuensi belanja dan pergi berbelanja. Saat benar-benar butuh, usahakan bukan pada jam ramai.
  • Menerapkan Work From Home (WFH)
  • Jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter (saat mengantri, duduk di bus/kereta).
  • Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah.
  • Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah.

2. Menerapkan etika batuk dan bersin

  • Jika terpaksa harus bepergian, saat batuk dan bersin gunakan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
  • Jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas dan ketiak.

3. Karantina Kesehatan

4. Jaga jarak fisik dan pembatasan sosial (Physical and social distancing)

  • Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak terdekat sekitar 1-2 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman.
  • Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian.
  • Bekerja dari rumah, jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini.
  • Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum.
  • Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial.
  • Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.
  • Jika anda sakit, dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka.
Usaha Perlindungan Diri di Sarana Publik

1. Transportasi publik

  • Menjaga kebersihan dan melakukan desinfeksi
  • Duduk berjarak minimal 1 meter

2. Institusi pendidikan

  • Menjaga kebersihan dan melakukan desinfeksi
  • Tidak berkegiatan fisik saat belajar mengajar – berganti menjadi daring

3. Pusat kegiatan keagamaan

  • Menjaga kebersihan dan melakukan desinfeksi
  • Tidak berkegiatan keagamaan secara fisk – berganti menjadi daring

4. Pusat perbelanjaan

  • Skrining pengunjung
  • Hindari berkegiatan secara fisik selama melakukan perbelanjaan
  • Menyediakan tempat cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer
  • Menjaga kebersihan dan melakukan disinfeksi pada tempat-tempat yang mudah dijangkau tangan seperti pegangan tangga, tombol lift, mesin ATM, meja restoran dll

Bagi masyarakat yang ingin tahu dan masyarakat yang mencari informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan COVID-19 dapat melalui berbagai cara seperti yang digambarkan dalam bagan berikut:

Masyarakat juga dapat mengakses website yang memberikan informasi terkini mengenai COVID-19, diantaranya adalah:

  1. Website BNPB: https://www.covid19.go.id/
  2. Website Kemenkes: https://covid19.kemkes.go.id
  3. Website Provinsi DKI Jakarta: https://corona.jakarta.go.id/
  4. Website Provinsi Jawa Barat: https://pikobar.jabarprov.go.id/#/

Referensi:

  1. World Health Organization (2020). Coronavirus.
  2. World Health Organization (2020). Novel Coronavirus (2019-nCoV).
  3. COVID-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan. “Pedoman Penanganan Cepat Medis Dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 Di Indonesia.” : 1–39.
  4. Setiati, Siti, and Muhammad K Azwar. 2020. “COVID-19 and Indonesia.” Acta Med Indones- Indones J Intern Med 52(1): 84–89.
COVID-19 Alert

Leave a Reply

Your email address will not be published.