Sekisah Derita menjadi Cerita

“Bencana adalah Rencana Allah untuk menunjukkan Maha Kuasa-Nya, dan agar kita mengingat untuk menjaga alam dan mensyukuri segala nikmat-Nya”

Masih terngiang dalam benak kita bagaimana bencana gempa, tsunami dan likuefaksi meluluhlantakkan bumi Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala), Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 lalu. Tak terasa, besok, sudah tepat setahun berlalu, sejak bencana bertubi-tubi mengguncang tanah kelahiran kami hingga menyisakan duka mendalam bagi kami semua. Banyak sanak saudara yang kehilangan keluarganya akibat menjadi korban dalam bencana mengerikan tersebut. Banyak pula rumah, tempat ibadah, gedung-gedung sarana, prasarana, dan fasilitas publik hancur berkeping-keping hingga rata dengan tanah kami berpijak. Termasuk seperti yang terlihat di foto di atas yang cukup menggambarkan bagaimana kondisi di sekolah kami, SLB Biromaru, di mana gempa telah merubuhkan gedung sekolah kami, mulai dari kelas-kelas tempat kami menimba ilmu, mushola tempat kami bersimpuh dan beribadah, juga gedung aula yang masih dalam pembangunan yang sungguh kami telah nantikan pembangunannya selesai sehingga dapat kami gunakan, namun takdir berkata lain. Belum selesai gedung itu dibangun, sudah harus kembali hancur seperti belum pernah dibangun.

Kini, Palu masih mencoba bangkit dari keterpurukan, menata kembali segala kehancuran yang terlihat di depan mata dan terpatri di ingatan kami. Alhamdulillah, segala rasa syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena kami tidak sendiri. Banyak uluran bantuan datang kepada kami. Hal inilah yang membuat kami semangat dan ingin tetap melanjutkan hidup. Hari demi hari terlewati, akhirnya aktivitas kembali normal dan gedung sekolah kamipun perlahan dibangun dan kami dapat kembali bersekolah dan mengejar impian kami.

Terima kasih atas segala bantuan yang datang untuk kami

Semoga segala kebaikan menjadi berkah dan Allah membalas kebaikan semuanya

Sekisah Derita menjadi Cerita

Leave a Reply

Your email address will not be published.